|






![]() | Today | 328 |
![]() | Yesterday | 302 |
![]() | This week | 328 |
![]() | Last week | 2815 |
![]() | This month | 1821 |
![]() | Last month | 17802 |
![]() | All days | 69047 |
There are no translations available. Dalam wawancarnaya dengan majalah Playboy, musisi tersebut mengakui bahwa Jeniffer menganggap kecintaanya pada dunia blogging, jejaring sosial dan teknologi modern sebagai “bibit masalah”. “Salah satu perbedaan signifikan antara kami adalah aku ber-twitter. Beberapa rumor menyebutkan aku didepak karena aku terlalu sering ber-twitter, tidak, bukan karena itu,” "Sisi terberat kesuksesannya datang sebelum (era) TMZ dan Twitter.. Aku rasa dia masih berharap semua kembali sama seperti tahun 1998” ungkap pelantun "Waiting on the World to Change” ini. Hubungan Jeniffer dan Mayer bermula pada April 2008 dimana setelah itu mereka sempat putus sambung dan akhirnya berpisah pada Maret 2009. |
|
| Design by: www.Websiteinteraktif.com |