duniamusik.com
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday332
mod_vvisit_counterYesterday302
mod_vvisit_counterThis week332
mod_vvisit_counterLast week2815
mod_vvisit_counterThis month1825
mod_vvisit_counterLast month17802
mod_vvisit_counterAll days69051

We have: 3 guests, 2 bots online
Your IP: : 38.107.191.95
 , 
Today: September 05, 2010

Contact YM

Newsflash

There are no translations available.

Dunia musik sudah lekat dengan James F. Sundah sedari kecil, ini karena ia tumbuh di lingkungan pecinta musik. Apalagi Alfred Sundah dan Anneke Sundah Lantu (alm), orangtua James, suka mengoleksi alat musik, terutama kolintang. Makanya sejak usia delapan tahun ia sudah pandai memainkan alat musik asal Sulawesi Utara ini. Bahkan jika diberi pelajaran sesulit apapun, James pasti bisa memainkannya.

Surat Wasiat Pak Harto Yang Belum Terungkap Media PDF Print E-mail
Wednesday, 20 August 2008 10:11

Share on facebook

 

Belum lama ini,istana kepresidenan dibuat gempar dengan penemuan secarik kertas yang konon surat wasiat dari pak Harto. Belum ada media yang mengupas surat wasiat ini,dan kebetulan sekali reporter www.duniamusik.com sedang meliput diistana,dalam rangka peringatan hari Thalasemia sedunia.

 

Dan menurut beberapa  protokol istana surat wasiat ini merupakan rahasia negara,namun kami mendapatkan salinan fotocopy yang kami salin disini.

Surat wasiat ini ditulis saat Pak Harto Merasa usianya kian uzur. Mungkin ia terpengaruh berita yang gencar soal wasiat mendiang Presiden Soekarno yang berkeingnan agar dimakamkan di Kebun Raya Bogor.

Para saksi dari surat wasiat ini dikumpulan dan dikonfirmasi oleh Paspampres.Dan Terbukti surat wasiat ini asli!.

Adapun Kronologi surat wasiat ini,adalah sebagai berikut………

Soeharto segera mengumpulkan para penasehat spiritual dan paranormal istana, menteri kabinet, pimpinan angkatan bersenjata, putra-putri dan para sahabatnya.

“Saya sudah tua, mungkin sebentar lagi saya mati. Menurut kalian sebaiknya jenasah daripada saya dimakamkan dimana?” tanya Soeharto dengan senyumnya yang khas.

“Bukankah menurut kesepakatan keluarga, Bapak akan dimakamkan disamping makam ibu di Astana Giri Bangun?” tanya Mbak Tutut.

Seperti biasa, Soeharto manggut-manggut.

“Tidak, saya berubah pikiran,” katanya. Mbak Tutut dan anak-anak presiden yang lain terkejut, namun tidak berani memprotes.

“Kelak jika saya mati saya ingin dimakamkan di Bukit Golgota, di luar kota Jerusalem, tempat Nabi Isa disalibkan,” lanjut Soeharto dengan wajah yang serlus.

Orang-orang yang hadir kontan terkejut dengan wasiat Soeharto ini. Lukman Harun, tokoh Anti Zionis yang juga hadir tak bisa menyembunyikan rasa tidak setujunya.

Apalagi Nabi Isa adalah Tuhan bagi orang Kristen. “Bapak Presiden, ini tak mungkin dan amat berbahaya. Wilayah itu kan diduduki Zionis Israel dan kita sejak dulu anti-Zionis.

Dunia Arab dan kelompok-kelompok anti-Zionis di tanah air akan marah kepada bapak jika ini terjadi. Dampaknya akan terkena juga kepada putera-putera dan cucu bapak yang akan Bapak tinggalkan,” kata Lukman berapi-api “

Saudara Lukman. Itu sangat tidak mungkin. Karena setelah tiga hari saya dikuburkan, saya akan bangkit dan berkuasa lagi untuk selama-lamanya. Dan tak seorang pun akan punya nyali untuk mengusik daripada saya,” kata Soeharto.

www.duniamusik.com tdk hanya fakta namun juga suka bcanda!

Last Updated on Wednesday, 12 May 2010 08:07
 

| Design by: www.Websiteinteraktif.com |

Share on facebook